![]() |
| Herdi Sahrasad, peneliti senior ekonomi-politik Univ.Paramadina |
BENINGNEWS-Terkait semakin derasnya produk-produk China dan asing lainnya yang masuk membanjiri pasar RI, akademisi Universitas Paramadina mengingatkan agar seluruh BUMN dan korporasi swasta nasional bersatu menghadapi dan mengalahkan produk China dan asing itu agar tidak mematikan industri di Indonesia.
''Bersatulah BUMN dan korporasi swasta untuk kampanye ''Beli Produksi Dalam Negeri'' dan tegakkan nasionalisme ekonomi untuk tidak beli produk asing terutama dari China. Baja Krakatau Steel sudah hancur diterjang produk baja China, jangan sampai industri semen, garmen dan seterusnya dihancurkan produk China dan asing. Mari kampanye Belilah Produksi Indonesia, bukan produk China dan asing lainnya,'' kata Herdi, peneliti senior ekonomi-politik di Univ.Paramadina itu.
Penyelundupan produk China ke Indonesia juga besar-besaran dan mematikan industri dalam negeri. Pemerintah memngaku kewalahan hadapi selundupan produk China dan asing ke Indonesia. Selama ini produksi dalam negeri kalah bersaing karena kurang modal,teknologi dan kalah manajemen serta SDM, sementara produk China dan asing makin membanjiri dengan segala kelebihannya.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita didesak para ekonom, publik dan analis agar menghentikan banjir produk tekstil China dan barang China lainnya yang menghantam produksi dalam negeri dan menghentikan potensi kebocoran produk impor asal negeri tirai bambu tersebut disebabkan masih banyaknya industri yang tak jujur mengenai kapasitas industrinya.
Mendag didesak kalangan pengusaha dan ekonom serta publik agar melakukan audit bersama satgas (satuan tugas). Satgas sendiri, akan beranggotakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Bea Cukai, Kemendag, hingga pengusaha tekstil sendiri yaitu Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).
"Kita akan audit kapasitas industri dan berapa kebutuhannya," tuturnya di Malang, Jawa Timur, Kamis malam (3/10) lalu.


COMMENTS