Jika Tak Mau Islah, PPP Bisa Tinggal Sejarah

Baca juga:

JAKARTA-Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat, mengatakan sudah waktunya PPP islah antara kubunya dengan kubu Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Suharso Monoarfa. Menurutnya, PPP partai besar meski terseok-seok masuk parlemen.

"Sudah waktunya bagi PPP (islah). Ini partai lama, partai yang mempunyai kekuatan tersendiri. Buktinya masih bisa lolos kok (ke DPR), walaupun sudah porak-poranda," kata Humphrey di kantor Formappi, Jalan Matraman, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2019).

"Masih bisa lolos walaupun 19 kursi tapi suara secara nasional itu memenuhi persyaratan. Jadi berarti harus dikasih kesempatan lah untuk berbenah diri supaya tahun 2024 lebih baik," sambungnya.

Namun, jika tak mau islah, Humphrey menilai PPP akan akan tinggal sejarah. Dia mengatakan sudah sepakat dengan Suharso soal islah.
"Tapi kalau sekarang nggak mau menyatu ya siap-siap aja terima nasib untuk jadi (tinggal) sejarah nanti. Itu yang ada di dalam diri saya dan Pak Suharso, itu yang bagus," ujarnya.

Humphrey mengungkapkan tidak ada kendala hingga saat ini terkait islah. Dia mengatakan kedua kubu punya kesamaan visi dan tujuan terhadap partai berlambang Kakbah ini.

"Sebenarnya nggak ada (kendala islah) karena satu pemikiran visi yang sama bagaimana sekarang membuat PPP itu menjadi lebih baik, lebih kuat. Nah jadi itu kan sama," ucapnya.
Terkait mekanisme penyatuan, Humphrey mengatakan diperlukan satu pemikiran demi PPP. Jika tak punya tujuan yang sama, dia menilai islah akan sulit.

"Kalo soal nanti penyatuan mekanismenya gimana ya tentu kita harus pikirkan itu semuanya. Yang penting dari segi tujuan penyatuan untuk PPP nya sama," sebut Humphrey.

Sebelumnya, PPP disebut bakal menggelar musyawarah kerja nasional (mukernas) untuk menyatukan dua kubu dalam waktu dekat. Ketum PPP kubu muktamar Surabaya Suharso Monoarfa mengatakan islah juga akan dilakukan secara kultural dan struktural.

"Oh iya nggak ada masalah, kita kalau secara legal formal itu yang diakui oleh negara adalah hasil Muktamar Pondok Gede 2016. Jadi bagi kami nggak ada masalah, cuma memang kami perlu secara kultural, struktural itu masing-masing nanti kami selesaikan dengan baik," ujar Suharso, di DPP PPP, Jl Diponegoro Nomor 60, Jakarta Pusat, Minggu (17/11) lalu.(mr/dtk)

COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,26,EKBIS,381,FOKUS,172,GLOBAL,538,HIBURAN,4,IPTEK,292,KHAZANAH,120,KRIMINAL,137,LIFESTYLE,65,NASIONAL,429,OLAHRAGA,312,OPINI,85,OTOMOTIF,53,POLHUKAM,563,RAGAM,524,SELEBRITA,218,
ltr
item
Konfrontasi: Jika Tak Mau Islah, PPP Bisa Tinggal Sejarah
Jika Tak Mau Islah, PPP Bisa Tinggal Sejarah
https://lh3.googleusercontent.com/-5-FzoMoGK64/XdqzuP3koiI/AAAAAAAALm4/JjIKlN_mIu8Htc_p-5g4xYyW_I-XnG-LQCLcBGAsYHQ/s1600/IMG_ORG_1574613929166.jpeg
https://lh3.googleusercontent.com/-5-FzoMoGK64/XdqzuP3koiI/AAAAAAAALm4/JjIKlN_mIu8Htc_p-5g4xYyW_I-XnG-LQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_ORG_1574613929166.jpeg
Konfrontasi
https://web.konfrontasi.com/2019/11/jika-tak-mau-islah-ppp-bisa-tinggal.html
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/2019/11/jika-tak-mau-islah-ppp-bisa-tinggal.html
true
3749342254488479250
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy