Limbah Medis Infeksius Covid-19, Persoalan Serius di Tengah Pandemi

Baca juga:
KUPANG-Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, salah satu persoalan di tengah pandemi adalah limbah medis infeksius COVID-19.

"Salah satu persoalan di tengah pandemi adalah limbah medis infeksius COVID-19," kata Rosa Vivien Ratnawati pada sosialisasi penanganan dan pengolahan limbah B3 infeksius COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu.

Kegiatan sosialisasi ini atas kerja sama Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan anggota Komisi IV DPR dapil NTT 2, Yohanis Fransiskus Lema.

Sosialisasi melalui video conference ini melibatkan Dinas LHK Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, rumah sakit rujukan COVID-19, RSUD Prof Dr. W Z Yohannes Kupang, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana.

Menurut dia, KLHK sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 02 tahun 2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius COVID-19 sebagai suatu bentuk respon cepat dari KLHK, agar tidak terjadi penularan penyakit dari limbah infeksius COVID-19 yang tidak diolah.

"Selain mengeluarkan surat edaran, kami juga mengeluarkan surat yang ditujukan kepada jasa pengelola, dan pengangkutan limbah B3 untuk tetap mengolahnya," katanya.

"Saat terjadi wabah, mereka mundur, tidak mau mengelola dan mengangkut sampah karena takut tertular COVID-19," katanya menjelaskan.

KLHK kata dia, juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar pergerakan pengangkutan limbah tidak dilarang.

Salah satu persoalan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan banyak daerah lainnya di Indonesia adalah keterbatasan insinerator (tungku pembakaran) limbah B3.

Karena keterbatasan itu, maka KLHK sudah mengeluarkan diskresi agar pemerintah dan rumah sakit dapat menggunakan insinerator yang belum berizin di tengah pandemi COVID-19.

Ini sangat perlu untuk mengindari penumpukan limbah infeksius COVID-19, katanya menambahkan.

Sedangkan untuk daerah-daerah yang tidak memiliki insinerator, maka sudah diberikan diskresi untuk melakukan penguburan limbah medisnya berdasarkan standar yang berlaku, kata Rosa Vivien Ratnawati.[mr/tar]

COMMENTS

Loading...

Share

Loading...
Nama

BUMN,26,EKBIS,381,FOKUS,172,GLOBAL,538,HIBURAN,4,IPTEK,292,KHAZANAH,120,KRIMINAL,137,LIFESTYLE,65,NASIONAL,430,OLAHRAGA,312,OPINI,85,OTOMOTIF,53,POLHUKAM,563,RAGAM,524,SELEBRITA,218,
ltr
item
Konfrontasi: Limbah Medis Infeksius Covid-19, Persoalan Serius di Tengah Pandemi
Limbah Medis Infeksius Covid-19, Persoalan Serius di Tengah Pandemi
https://3.bp.blogspot.com/-v65d07sx0kI/XtxLIhHONNI/AAAAAAAAUL4/aCGly0_o1MssAVJ7WLh_eaRrFn0RkG_-QCK4BGAYYCw/s640/Screenshot_060720_090414_AM.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-v65d07sx0kI/XtxLIhHONNI/AAAAAAAAUL4/aCGly0_o1MssAVJ7WLh_eaRrFn0RkG_-QCK4BGAYYCw/s72-c/Screenshot_060720_090414_AM.jpg
Konfrontasi
https://web.konfrontasi.com/2020/06/limbah-medis-infeksius-covid-19.html
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/2020/06/limbah-medis-infeksius-covid-19.html
true
3749342254488479250
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy