Menkes Imbau Masyarakat Tak Termakan Hoaks Varian Omicron


JAKARTA-Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu hoaks terkait virus omicron yang telah menyebar ke sejumlah negara termasuk Hongkong dan Australia.

Budi menjelaskan bahwa untuk varian baru Omicron, kajiannya masih berjalan. Ia tidak ingin masyarakat termakan hoaks oleh orang yang seakan-akan ahli virus.

"Ini bidangnya lab scienties bidangnya virologis semua orang mendadak jadi virologis," demikian Budi dalam keterangan persnya menyikapi menyebarnya virus omicron dari Afrika Selatan, Minggu malam (28/11).

Budi menerangkan varian omicron ini dikonfirmasi ditemukan pada 9 November. Setelah muncul, Omricon kemudian menjadi bahan investigasi WHO mulai tanggal 24 November.

WHO, kata Budi langsung meningkatkan status menjadi varian of concern pada tanggal 26 November dalam dua hari ini loncat melampaui varian of interest.

"Jadi dia loncat menjadi varian of concern dan Indonesia menindaklanjuti tanggal 28 November. Jadi dari 9 November, 24, 26, 28 November," imbuhnya.

Pihaknya menyampaikan pesan penting, bahwa saat ini dunia termasuk Indonesia jauh lebih cepat dan lebih canggih dalam mengidentifikasi varian baru.

"Karena varian baru inilah yang menyebabkan lonjakan. Jadi setiap ada alfa beta delta setiap ada varian baru selalu terjadi lonjakan. Jadi faktor utama lonjakan itu adalah varian baru," katanya.

Dia menerangkan varian Omicron ini menjadi varian of concern oleh WHO. Sebab, mutasi virus ini sangat banyak dan mutasi-mutasi virus yang berbahaya dari sebelumnya.

"Mutasinya ada sekitar 50, 30 mutasinya sda di spike protein di mahkota coronanya, dan dari 30 mutasi tersebut dan 50 mutasi totalnya banyak mutasi-mutasi yang ada di varian alfa beta delta dan gama dan yang buruk-buruk yang diidentifikasi," ujarnya.

Mutasi yang buruk itu, kata Budi, dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok mutasi yang meningkatkan keparahan.

"Kelompok kedua adalah mutasi-mutasi yang meningkatkan transmisi atau penularan, kelompok ketiga adalah kelompok mutasi yang meningkatkan escape immunity jadi bisa menghindari vaksin," tutupnya.(mr/rm)

COMMENTS

Nama

EKBIS,627,ENGLISH,76,FEED,52,FOKUS,267,GLOBAL,1236,HIBURAN,402,INTERNASIONAL,1,IPTEK,523,NASIONAL,2321,OLAHRAGA,394,OPINI,153,PROMOTE,1,RAGAM,1990,RELIGI,55,
ltr
item
WEB: Menkes Imbau Masyarakat Tak Termakan Hoaks Varian Omicron
Menkes Imbau Masyarakat Tak Termakan Hoaks Varian Omicron
https://lh3.googleusercontent.com/-eeyWWWzwbdc/YaPoXNMyb5I/AAAAAAAAsKw/ZALuftD5zrAFrkm-Yzlbn-qLXd9V30xBQCLcBGAsYHQ/s1600/1638131801318424-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-eeyWWWzwbdc/YaPoXNMyb5I/AAAAAAAAsKw/ZALuftD5zrAFrkm-Yzlbn-qLXd9V30xBQCLcBGAsYHQ/s72-c/1638131801318424-0.png
WEB
https://web.konfrontasi.com/2021/11/menkes-imbau-masyarakat-tak-termakan.html
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/2021/11/menkes-imbau-masyarakat-tak-termakan.html
true
3749342254488479250
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy