Polusi Makin Parah, New Delhi Tutup Sekolah



NEW DELHI-Pemerintah Ibu Kota New Delhi, India, menutup sekolah sampai pemberitahuan lebih lanjut dan mendesak warga untuk bekerja dari rumah dan melarang truk yang tidak penting memasuki kota karena tingkat polusi udara yang berbahaya.

Delhi menjadi salah satu kota paling tercemar di dunia dan merupakan rumah bagi sekitar 20 juta orang. Setiap musim dingin Delhi diselimuti kabut asap tebal.

Sabtu lalu pemerintah Delhi telah memerintahkan sekolah untuk tutup selama sepekan dan melarang pekerjaan konstruksi selama empat hari.

Tetapi dalam perintah yang disahkan Selasa malam, Komisi Manajemen Kualitas Udara untuk Delhi mengatakan semua institusi pendidikan harus tetap tutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Truk kecuali yang membawa barang-barang penting dilarang memasuki ibu kota hingga 21 November dan sebagian besar kegiatan konstruksi dihentikan, kata perintah tersebut.

Dilansir dari laman France 24, Rabu (17/11), "Senjata anti-kabut asap" dan alat penyiram air diperintahkan untuk beroperasi di titik-titik api penyebab polusi setidaknya tiga kali sehari.

Enam dari 11 pembangkit listrik termal dalam radius 300 kilometer diperintahkan untuk menghentikan operasi sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Komisi juga mengatakan setidaknya 50 persen staf yang bekerja di pemerintahan harus bekerja dari rumah dan mendorong mereka yang bekerja di perusahaan swasta untuk mengikutinya.

Perintah itu muncul beberapa hari setelah pemerintah Delhi menolak seruan Mahkamah Agung India untuk menyatakan "penguncian polusi" - yang pertama - yang akan membatasi populasi kota di rumah mereka.

Salah satu penyumbang polusi udara di musim dingin adalah asap dari para petani yang membakar sisa tanaman mereka di negara bagian tetangga.

Pemerintah, bagaimanapun, mengatakan kepada Mahkamah Agung bahwa industri adalah penyumbang terbesar diikuti oleh polusi kendaraan dan debu.

Pekan ini, tingkat PM 2.5 -- partikel paling berbahaya yang menyebabkan penyakit paru-paru dan jantung kronis -- telah mencapai lebih dari 400 di beberapa bagian kota.

Pekan lalu, levelnya menyentuh 500 lebih dari 30 kali batas maksimum yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia.

Sebuah laporan Lancet pada tahun 2020 mengatakan hampir 17.500 orang meninggal di Delhi pada tahun 2019 karena polusi udara.

Dan sebuah laporan oleh organisasi Swiss IQAir tahun lalu menemukan 22 dari 30 kota paling tercemar di dunia berada di India.(mr/mdk)

COMMENTS

Nama

EKBIS,627,ENGLISH,76,FEED,52,FOKUS,267,GLOBAL,1236,HIBURAN,402,INTERNASIONAL,1,IPTEK,523,NASIONAL,2321,OLAHRAGA,394,OPINI,153,PROMOTE,1,RAGAM,1990,RELIGI,55,
ltr
item
WEB: Polusi Makin Parah, New Delhi Tutup Sekolah
Polusi Makin Parah, New Delhi Tutup Sekolah
https://lh3.googleusercontent.com/--htDPc2Ne1w/YZWFcnhWeOI/AAAAAAAANwY/ZNeC8HRjkRs52Ds495u8RkWOXEh4JL5FQCLcBGAsYHQ/s1600/IMG_ORG_1637188936349.jpeg
https://lh3.googleusercontent.com/--htDPc2Ne1w/YZWFcnhWeOI/AAAAAAAANwY/ZNeC8HRjkRs52Ds495u8RkWOXEh4JL5FQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_ORG_1637188936349.jpeg
WEB
https://web.konfrontasi.com/2021/11/polusi-makin-parah-new-delhi-tutup.html
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/2021/11/polusi-makin-parah-new-delhi-tutup.html
true
3749342254488479250
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy