Eks Kepala Intelijen Sarankan Israel Pikir Dua Kali Jika Ingin Serang Iran


TEL AVIV - Israel harus menahan diri untuk menyerang fasilitas nuklir Iran kecuali jika memiliki kapasitas untuk menghancurkan mereka sepenuhnya. Peringatan itu dikeluarkan oleh mantan kepala Intelijen Militer Israel Tamir Pardo.

Berbicara di sebuah panel pada konferensi Institut Kebijakan dan Strategi Universitas Reichman di Herzliya, Pardo memperingatkan bahwa serangan militer terhadap program nuklir Iran akan jauh lebih rumit daripada serangan sukses Angkatan Udara Israel terhadap reaktor Irak dan Suriah.

"Jika tidak mungkin menutup bisnis ini seperti yang kita lakukan dalam Operasi Opera (menentang program nuklir Irak pada 1981), maka sebaiknya kita berpikir dua kali," katanya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (26/11/2021).

Berbicara di panel yang sama, mantan kepala Mossad Amos Yadlin mengatakan selama dekade terakhir, kebijakan Tel Aviv pada program nuklir Iran diputuskan secara pribadi oleh mantan perdana menteri Benjamin Netanyahu tanpa konsultasi.

"Masalah Iran diprivatisasi untuk satu orang," kata Yadlin, menambahkan bahwa kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS), membuat Iran tidak membuat kemajuan berarti dalam program nuklirnya.

"Kesalahannya bukan pada 2015, tetapi pada 2018 ketika mereka (Amerika Serikat) meninggalkan kesepakatan di tahun-tahun yang baik," tambahnya.

Negosiasi untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 akan dimulai kembali pekan depan. Dalam perjanjian nuklir 2015, Iran setuju mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi internasional. Perundingan akan dilanjutkan di Wina pada Senin depan, setelah jeda lima bulan.

Israel sudah lama menentang kesepakatan nuklir Iran, tetapi pemerintahan Perdana Menteri Naftali Bennett yang berkuasa sejak Juni, mengatakan pihaknya dapat membuka kesepakatan baru dengan pembatasan yang lebih ketat.

Sebelumnya, Bennett mengatakan Iran sudah mengepung negara Israel dengan rudal-rudalnya. PM Zionis itu kemudian mengisyaratkan kesiapan militernya untuk melawan Teheran.

"Iran telah mengepung Negara Israel dengan rudal sementara mereka duduk dengan aman di Teheran," katanya.

"Mengejar teroris yang dikirim oleh Pasukan Quds tidak membuahkan hasil lagi. Kita harus pergi ke petugas operator," lanjut Bennett.(mr/snd)

COMMENTS

Nama

EKBIS,627,ENGLISH,76,FEED,52,FOKUS,267,GLOBAL,1236,HIBURAN,402,INTERNASIONAL,1,IPTEK,523,NASIONAL,2321,OLAHRAGA,394,OPINI,153,PROMOTE,1,RAGAM,1990,RELIGI,55,
ltr
item
WEB: Eks Kepala Intelijen Sarankan Israel Pikir Dua Kali Jika Ingin Serang Iran
Eks Kepala Intelijen Sarankan Israel Pikir Dua Kali Jika Ingin Serang Iran
https://lh3.googleusercontent.com/-IfGu023Rdj8/YaDmahB3_pI/AAAAAAAAsBI/AnXs3az4pzwUgFI6Mt_o1c4hkyqPOUqNwCLcBGAsYHQ/s1600/1637934695121899-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-IfGu023Rdj8/YaDmahB3_pI/AAAAAAAAsBI/AnXs3az4pzwUgFI6Mt_o1c4hkyqPOUqNwCLcBGAsYHQ/s72-c/1637934695121899-0.png
WEB
https://web.konfrontasi.com/2021/11/eks-kepala-intelijen-sarankan-israel.html
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/2021/11/eks-kepala-intelijen-sarankan-israel.html
true
3749342254488479250
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy