Legisme Dinilai Jadi Kendala Atasi Kasus Kekerasan Seksual

JAKARTA-Praktisi hukum Yosep Parera mengatakan pemberlakukan legisme dalam sistem penegakan hukum di Indonesia menjadi salah satu kendala saat mengatasi kasus kekerasan seksual, bahkan menyebabkan lonjakan tindak kejahatan tersebut.

"Legisme adalah paham atau aliran yang mengatakan aturan itu adalah segala-galanya. Maka, hak ataupun perbuatan yang tidak diatur dianggap bukan merupakan bagian tanggung jawab aparat penegak hukum," ujar Yosep Parera.

Yosep mengemukakan hal itu dalam webinar nasional bertajuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan di Indonesia yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube BEMFH UMK, dipantau dari Jakarta, Kamis.

Pemberlakuan legisme dalam penanganan kasus kekerasan seksual, lanjut Yosep, merupakan suatu kekeliruan.

Menurut dia, aparat penegak hukum telah diberikan kecerdasan moral, intelektual, dan spiritual dapat membaca undang-undang dalam bingkai Pancasila dengan mempertimbangkan rasa kemanusiaan dan keadilan. Dengan demikian, korban kekerasan seksual dapat memperoleh keadilan.

"Cara baca undang-undang dalam bingkai Pancasila itu adalah baca mukadimahnya, baca tujuan undang-undangnya," katanya.

Yosep mengambil contoh kasus terbaru dari seorang istri yang didakwa bersalah atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga karena menegur suaminya yang mabuk. Jika aparat penegak hukum mengesampingkan legisme, tentu saja tidak ada dakwaan itu.

"Untungnya, Kejaksaan Agung sudah langsung turun tangan dan menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan jaksa penuntut umum," ujarnya.

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Hukum Universitas Muria Kudus Jawa Tengah itu, Yosep Parera juga menjelaskan paham lain yang menyebabkan pelonjakan kasus kekerasan seksual di Indonesia, salah satunya adalah paham terkait dengan kedudukan perempuan yang berada di bawah laki-laki.

"Ini tidak hanya mengakar pada sisi kognisi atau pemerolehan pengetahuan, tetapi juga pada sisi afeksi yang melibatkan emosi," ujar Yosep.

Dengan pemahaman seperti itu, lanjut dia, perempuan yang melaporkan kasus kekerasan seksual tidak mendapat dukungan penuh dari banyak pihak. Selain itu, tidak tercipta pula legitimasi kesetaraan hak di antara perempuan dan laki-laki.

Untuk mengatasi permasalahan yang membuat kekerasan seksual makin marak di Indonesia, Yosep Parera berharap masyarakat dapat mengubah paradigma yang keliru tentang perempuan.(mr/tar)

COMMENTS

Nama

EKBIS,627,ENGLISH,76,FEED,52,FOKUS,267,GLOBAL,1236,HIBURAN,402,INTERNASIONAL,1,IPTEK,523,NASIONAL,2321,OLAHRAGA,394,OPINI,153,PROMOTE,1,RAGAM,1990,RELIGI,55,
ltr
item
WEB: Legisme Dinilai Jadi Kendala Atasi Kasus Kekerasan Seksual
Legisme Dinilai Jadi Kendala Atasi Kasus Kekerasan Seksual
https://lh3.googleusercontent.com/-8IftLcyx8h4/YZ9UCdqzCOI/AAAAAAAAr5s/gZ1qWnxdCckMO_HGN2BukWmcIZwMwl8SgCLcBGAsYHQ/s1600/1637831686979354-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-8IftLcyx8h4/YZ9UCdqzCOI/AAAAAAAAr5s/gZ1qWnxdCckMO_HGN2BukWmcIZwMwl8SgCLcBGAsYHQ/s72-c/1637831686979354-0.png
WEB
https://web.konfrontasi.com/2021/11/legisme-dinilai-jadi-kendala-atasi.html
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/2021/11/legisme-dinilai-jadi-kendala-atasi.html
true
3749342254488479250
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy