Taiwan Sampaikan Terima Kasih Pada Australia Telah Dibela dari Ancaman China


TAIPEI - Pemerintah Taiwan menyampaikan pesan terima kasih kepada Australia karena dibela dari ancaman invasi China . Ucapan terima kasih disampaikan Menteri Luar Negeri Joseph Wu sembari memuji negara kanguru tersebut.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton melontarkan peringatan keras kepada China untuk tidak menyerang Taipei atau mengambil risiko mengacaukan seluruh kawasan.

Taiwan juga telah meminta hubungan yang lebih dekat dengan Canberra dalam upaya untuk memperkuat hubungan.

Dalam sebuah wawancara dengan The Australianyang dilansir Senin (6/12/2021), Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan dia berterima kasih atas meningkatnya kekhawatiran pemerintah Australia dan mengatakan komentar Dutton membantu meredakan konflik di wilayah tersebut.

Dia mengatakan kepada surat kabar itu bahwa sementara negaranya mampu mempertahankan diri, dukungan Australia untuk Taiwan membantu menjaga stabilitas.

"Seperti yang saya katakan sepanjang waktu, saya memiliki kanguru di hati saya," kata Wu kepada The Australian, mengacu pada pin kerah kangurunya.

"Australia sangat jauh dari belahan dunia lainnya, tetapi lihatlah rekor Australia," ujarnya.

"Berpartisipasi dalam pertempuran, atau perang, dalam hal menjaga kebebasan dan demokrasi. Juga dalam hal bertarung bersama dengan sekutu...sangat menyentuh."

Wu, yang diberi sanksi bulan lalu oleh Beijing, mengatakan pemerintahnya sangat menghargai perhatian Australia.

"Ada hasrat alami dari orang Australia...Ketika sesama demokrasi lainnya terancam, mereka suka berbicara," katanya.

"Australia tidak sendirian dalam mendukung Taiwan dengan cara itu."

Selama wawancara, Wu menyerukan hubungan yang lebih dekat dengan Canberra–mengatakan bahwa dia menginginkan kontak tingkat kabinet secara teratur antara Taipei dan Canberra.

Komentar Wu datang di tengah perdebatan sengit di Australia tentang bagaimana berkoordinasi dengan sekutu untuk mencegah perang diluncurkan terhadap Taiwan oleh China.

Peter Dutton pada pekan lalu mengatakan kepada National Press Club bahwa Canberra perlu melawan China, atau berisiko kehilangan kedaulatan nasional sebagai "tributary state".

Selama pidatonya, dia memperingatkan bahwa jika Beijing mengambil Taiwan, itu akan dengan cepat menjadi kekuatan dominan di kawasan itu dan akan berusaha untuk menargetkan Kepulauan Senkaku Jepang berikutnya.

Dia mengatakan keinginan China untuk mengubah tatanan regional merupakan ancaman langsung terhadap keamanan Australia, dengan mencatat bahwa setiap kota besar, termasuk Hobart, berada dalam jangkauan rudal China.

"Dengan tidak adanya tekanan balasan, pemerintah China menjadi satu-satunya mitra keamanan dan ekonomi bagi negara-negara Indo-Pasifik," ujarnya.

"Ini adalah situasi militer dan ekonomi yang berbahaya bagi negara kita dan banyak lainnya," imbuh Dutton.

"Apakah pemerintah China ingin menduduki negara lain? Tidak dalam penilaian saya, tetapi mereka melihat kami sebagai 'tributary state'."

"Dan penyerahan kedaulatan dan pengabaian kepatuhan terhadap aturan hukum internasional adalah apa yang telah diperjuangkan negara kita sejak federasi," papar Dutton.

Sebagai tanggapan, Kedutaan Besar China memperingatkan Dutton agar tidak "mengkhotbahkan kesalahpahamannya yang pelik" tentang kebijakan luar negeri China.

"(Dutton) menyesatkan orang-orang Australia tentang situasi dan prioritas regional dan mengobarkan konflik dan perpecahan antara masyarakat dan negara," kata kedutaan.

"Tidak dapat dibayangkan bahwa hubungan China-Australia akan mengambil momentum yang baik atau kepentingan keseluruhan negara-negara kawasan, termasuk Australia, akan lebih baik dipromosikan jika pemerintah Australia mendasarkan strategi nasionalnya pada analisis tanpa visi dan mentalitas yang ketinggalan zaman," lanjut keduataan.

Juru bicara urusan luar negeri Partai Buruh Australia Penny Wong menuduh Dutton memainkan permainan politik yang berbahaya dan "meningkatkan perang". (mr/snd)

COMMENTS

Nama

EKBIS,627,ENGLISH,76,FEED,52,FOKUS,267,GLOBAL,1236,HIBURAN,402,INTERNASIONAL,1,IPTEK,523,NASIONAL,2321,OLAHRAGA,394,OPINI,153,PROMOTE,1,RAGAM,1990,RELIGI,55,
ltr
item
WEB: Taiwan Sampaikan Terima Kasih Pada Australia Telah Dibela dari Ancaman China
Taiwan Sampaikan Terima Kasih Pada Australia Telah Dibela dari Ancaman China
https://lh3.googleusercontent.com/-kSAmmzWV4Q0/Ya2i8mYwoWI/AAAAAAAAtCY/0B_KVzQGrlkwdT-hSaEO-Hd76U6NAn30ACNcBGAsYHQ/s1600/1638769391565420-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-kSAmmzWV4Q0/Ya2i8mYwoWI/AAAAAAAAtCY/0B_KVzQGrlkwdT-hSaEO-Hd76U6NAn30ACNcBGAsYHQ/s72-c/1638769391565420-0.png
WEB
https://web.konfrontasi.com/2021/12/taiwan-sampaikan-terima-kasih-pada.html
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/2021/12/taiwan-sampaikan-terima-kasih-pada.html
true
3749342254488479250
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy