Peluang Usaha Peternakan Sapi Perah di Jatim Tinggi


SURABAYA-Sekretaris Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Aftabuddin mengajak masyarakat daerah Jawa Timur untuk mengembangkan peternakan sapi perah bersama-sama. Selama ini kebutuhan sapi perah untuk wilayah Jawa Timur lebih banyak dipenuhi dari hasil impor. "Kami tidak menolak (impor) tapi kami perlu upaya semaksimal mungkin agar ketergantungan Jatim tidak dari sapi perah impor," kata Aftabuddin pada acara virtual bertajuk Rayakan 50 Tahun di Indonesia, Nestlé Perkuat Kemitraan untuk Peternakan Sapi Perah Berkelanjutan pada 3 Desember 2021.

Aftabuddin mengatakan selama ini kebutuhan daerah Jawa Timur adalah 2 ribu ton susu sapi. Peternakan sapi peran lokal Jawa Timur baru bisa memenuhi 1.400 ton susu saja. Sehingga sisa kebutuhan 600 ton susu masih dipenuhi dari produk impor.

Dari segi kebutuhan sapi, kata Aftabuddin, ia mengatakan bahwa kira-kira satu ton sapi bisa menghasilkan 15 liter susu per hari. Sehingga untuk memenuhi kekurangan kebutuhan susu di Jawa Timur itu, kira-kira dibutuhkan 40 ribu ekor sapi. 

"Itu angka yang tidak kecil. 40 ribu sapi kira-kira membutuhkan dana Rp 1,8 triliun bila harus mengimpor sapi. Sehingga kita perlu langkah nyata. Jangan bergantung pada sapi impor," katanya.

Ia mengajak para peternak daerah Jawa Timur untuk bersinergi dan menyelamatkan masalah sapi perah ini sehingga produk lokal Jawa Timur bisa dikonsumsi juga oleh warga Jawa Timur. 

"Salah satu upayanya kami lakukan sinergi dengan swasta seperti Nestle untuk selamatkan sapi perah kita, dan jangan bergantung dari sapi impor. Sapi yang ada di Jatim pun jangan keluar dari Jatim, kita berikan kepada masyarakat kita sendiri," katanya.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan peningkatan produktivitas hasil susu per ekor sapi senantiasa didorong agar kesejahteraan peternak dapat meningkat.

"Saya kemarin ke Pangalengan, untuk yang di masyarakat itu masih sekitar 15-16 liter per ekor per hari. Di beberapa industri besar sudah bisa mencapai best practice-nya dunia hingga 30 liter per ekor per hari. Kalau rata-rata hasil per ekor per hari itu bisa kita tingkatkan, paling tidak pendapatan dan kesejahteraan peternak susu akan cukup bagus," kata Putu.

Namun, ia berpendapat bahwa kendala pakan ternak sapi masih perlu diselesaikan. Putu mengatakan pihaknya akan berdiskusi dengan para ahli untuk menekan harga pakan dan melakukan intervensi, terutama pada mesin pengolahan pakan dan bahan pakan. "Ada kendala yang perlu kita selesaikan, itu ada di pakannya. Untuk menghasilkan susu umpamanya seharga Rp100, itu pakannya lebih dari Rp 50, malah sampai dengan Rp 65, sementara best practice-nya itu sekitar Rp 22 hingga Rp 25," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya akan mendorong permasalahan tersebut untuk diselesaikan sehingga pertumbuhan suplai susu dari peternak dan koperasi bisa ditingkatkan. Pihaknya juga berencana untuk berdiskusi dengan Kementrian Pertanian untuk melakukan intervensi pada sisi pakan ternak.

"Memang dalam perhitungan (terlihat) gampang dilakukan, tapi dalam kenyataan mungkin banyak kendalanya. Kami di Kemenperin bisa membantu di sisi pengolahan pakannya, tapi bahan bakunya perlu dari sisi Kementan," kata Putu.

Selain itu, Kemenperin juga berupaya untuk menurunkan angka impor sebesar 35 persen melalui program substitusi impor pada 2022, mengingat 78 persen kebutuhan bahan baku susu dari Industri Pengolahan Susu (IPS) masih diimpor, sementara hanya 22 persen pasokan susu yang dapat dipenuhi di dalam negeri.

"Nah, ini kami bekerja sangat keras untuk bagaimana ke depannya di dalam industri susu ini bahan bakunya bisa disuplai dari dalam negeri," kata Putu.

Sementara itu, ia menyebutkan industri agro secara keseluruhan memiliki peran besar di dalam PDB nasional, dengan angka lebih dari 51 persen. Industri makanan dan minuman juga menjadi penyumbang terbesar untuk industri agro, yaitu sekitar 38 persen. "Kalau kita lihat di investasi untuk makanan dan minuman, ada Rp48,5 triliun untuk semester 3 saja dan diharapkan ada sekitar 1,1 juta orang yang bisa diserap dari investasi ini," ujar Putu.

Menurut Putu, kegiatan usaha peternakan dapat dijadikan solusi dan alternatif dalam upaya pemulihan ekonomi mengingat masih terbukanya peluang-peluang tersebut.

"Pandemi COVID-19 menghantam semua kegiatan usaha, banyak yang tidak lagi bisa bekerja seperti biasanya. Dalam pemulihan ini, peternakan ini bisa menjadi solusi karena susu masih impor 80 persen, daging juga banyak impor, sehingga ini kesempatan yang sangat bagus untuk mendorong kegiatan usaha di peternakan," katanya.(mr/tempo)

COMMENTS

Nama

EKBIS,627,ENGLISH,76,FEED,52,FOKUS,267,GLOBAL,1236,HIBURAN,402,INTERNASIONAL,1,IPTEK,523,NASIONAL,2321,OLAHRAGA,394,OPINI,153,PROMOTE,1,RAGAM,1990,RELIGI,55,
ltr
item
WEB: Peluang Usaha Peternakan Sapi Perah di Jatim Tinggi
Peluang Usaha Peternakan Sapi Perah di Jatim Tinggi
https://lh3.googleusercontent.com/-jDpEqS7CsO4/Yaq7Xa7j8-I/AAAAAAAAs2s/hfrgvohVr7U2DMliM9VkVy45uKx1QvNDgCNcBGAsYHQ/s1600/1638579034665940-0.png
https://lh3.googleusercontent.com/-jDpEqS7CsO4/Yaq7Xa7j8-I/AAAAAAAAs2s/hfrgvohVr7U2DMliM9VkVy45uKx1QvNDgCNcBGAsYHQ/s72-c/1638579034665940-0.png
WEB
https://web.konfrontasi.com/2021/12/peluang-usaha-peternakan-sapi-perah-di.html
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/2021/12/peluang-usaha-peternakan-sapi-perah-di.html
true
3749342254488479250
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy