Tolak dan Tangkap Capres 2024 yang Melakukan Transaksi Mahar Politik !



KONFRONTASI- Para Capres dan Cawapres  yang berlaga dalam Pesta  Pilpres 2024 mendatang  yang sedang  menyiapkan duit  besar untuk membayar "  Mahar Politik " kepada Partai Politik Wajib Ditolak dan Ditangkap.  Karena  Mahar Politik  itu adalah bentuk Money Pilitic dan sogok menyogok  yang sangat mengotori Perhelatan Pesta Demokrasi di Negeri ini  sejak berlakunya  Pemilihan Presiden dan Kepala Daerah secara langsung oleh rakyat.  
Memang istilah Mahar Politik itu adalah Produk Para  Elite Parpol di Indonesia  menjadi bahan tertawaan dunia,  karena  tidak dikenal  dalam Kamus  Politik dan Demokrasi Global.   Lihatlah Negara2 maju seperti Amerika, Cina, Rusia, Inggris, Perancis, Jerman, Israel  dll sama sekali tidak dikenal  Mahar Politik,  mereka hanya kenal Mahar Kawin atau Mas Kawin.  

Lalu Siapa dan Parpol mana yang pertama kali mempelopori  Mahar Politik di negeri ini sebagai ide haram,  busuk dan lucu  tersebut yang mengakibatkan politik biaya tinggi yang telah banyak menyeret Para Bupati, Walikota dan Gubernur ke dalam Penjara,  karena Para Kepala Daerah ini  harus berjuang keras untuk mengembalikan  modal  yang telah dikeluarkan akhirnya  terpaksa Korupsi dan harus  hidup  di Balik Jeruji Besi gara2 beban Mahar Politik yang Wajib Dibayar ?   Belum lagi terhitung Dana Wajib Setor kepada Partai Politik sepanjang menjadi Pejabat Publik.  Bukankah sudah  banyak Para Calon Kepala Daerah yang harus kehilangan Harta Benda berupa Tanah, Rumah, Ruko, Apartemen  dll. bahkan harus menanggung  Penjara  gara2 urusan bayar  Mahar Politik ? Bukankah  sudah banyak  Para Bupati,  Walikota  dan Gubernur  yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh  KPK bersama Para Pengusaha  ketika  memberi Dana Partisipasi untuk membantu beban  Mahar Politik ? 

 Bahkan  paling sial Bupati Kolaka Timur yang  baru menjabat 3 bulan  terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh  KPK   dan hampir setiap dua minggu ada saja kabar Kepala Daerah yang di tangkap oleh KPK.    Lalu siapa lagikah  akan menyusul  440 Kepala Daerah di Pilih Langsung oleh rakyat  yang sudah Masuk Sekolah di Penjara KPK  ?  Apakah  Kepala Daerah yang berjumlah 542 ini harus di jebloskan semua ke dalam Penjara gara2 beban  Mahar Politik ?  Apalagi  Transaksi  Mahar Politik  yang telah berlangsung  selama 16 Tahun ini  dimana  Para Calon Kepala Daerah harus  Adu Kekuatan Duit,  Siapa yang lebih Kuat Duit untuk membayar Mahar Politik, maka  akan keluar sebagai Pemenang Jagoan Parpol,  tapi belum tentu akan Menang pada babak berikutnya  dalam Merebut Hati Rakyat. ?   Praktek Mahar Politik seperti inilah akan terus menjegal Putera Puteri terbaik Bangsa untuk tampil menjadi Pemimpin  Bangsa mulai dari Jabatan Presiden sampai Kepala Daerah. Jika Para Elite Parpol  tetap menjalankan  Tradisi Busuk Mahar Politik sebagai penyakit menahun  ini, maka sampai Kiamat pun Indonesia yang sangat  kaya raya ini, rakyatnya akan tetap Kere dan  terus menjadi Penerima Bansos.  Memang Mahar Politik itu sudah menjadi Badan Usaha Milik Parpol (BUMP) dan telah berfungsi sebagai Mesin Pendorong terjadinya Korupsi di Negeri ini yang wajib diberantas,  agar Partai2 Politik jangan  lagi menjadikan Mahar Politik sebagai  Pusat Pendidikan dan Latihan (PUSDIKLAT) KORUPSI guna melanjutkan Sekolah ke Jenjang Lebih Tinggi di Penjara KPK.  Mengapa Aparatur Sipil Negara (ASN), Pejabat BUMN, hingga Aparat Penegak Hukum seperti  Polisi, Jaksa dan Hakim  itu  di hukum ketika menerima  Suap ?  

Lalu mengapa   Tradisi Suap Menyuap  yang  sengaja di bungkus  dengan Mahar Politik yang dilakukan Para  Elite Parpol  yang Nota Bene adalah Pejabat Publik  dan Penyelenggara Negara ini justeru  dibolehkan dan di pamer2 setiap Pesta Demokrasi  ?  Apa memang Para Elite Partai Politik di Negeri ini adalah Makhluk  Paling Istimewa  di Planit Bumi ini yang tidak boleh di hukum  dalam urusan Transaksi Mahar Politik. ?  Maka tak heran Lembaga2 Survey selalu menempati Partai Politik sebagai Lembaga Terkorup, karena  Para Pelaku Kejahatan Korupsi  yang selalu merampok Duit Negara itu  terdiri dari Pejabat Publik dan Penyelenggara Negara  sebagai perpanjangan tangan  dari Partai Politik yang sering  di  bilang  sebagai Petugas Partai, bukan Petugas Negara.

   Bukankah John F. Kennedy, Mantan Presiden AS pernah bilang  :  " Bahwa kesetiaan saya  terhadap Partai itu berakhir, ketika Kesetiaan saya terhadap Tanah Air dimulai  "  Maka Pelaksanaan Pilpres 2024 tidak  saja diawasi oleh Panwaslu dan KPU sebagai Penyelenggara Pemilu, tapi juga  harus diawasi oleh KPK,  Kepolisian, Kejaksaan dan Lembaga2 Anti Korupsi serta seluruh Rakyat Indonesia, agar Perhelatan Pilpres 2024  dapat  berlangsung secara fair, bersih, jujur, adil, transparan dan akuntabel tanpa Mahar Politik  supaya  dapat  menjadi barometer  demokrasi, sekaligus  menjadi model bagi pelaksanaan  Pesta  Pilkada di seluruh Nusantara.  Anehnya transaksi Mahar Politik yang dilakukan  Para Elite Parpol selama ini  bukan  secara sembunyi2 seperti Transaksi Narkoba di Pasar Gelap (Black Market), tapi justeru dilakukan  secara terbuka dan dipertontonkan kepada publik dengan penuh keangkuhan dan kesombongan sebagai Makhluk Kebal Hukum.   

Maka saya  berharap agar Tradisi dan Adat Istiadat  Mahar Politik  yang dipertontonkan  kepada publik selama ini  harus segera dihentikan dalam Pesta Pilpres 2024,  sebagai  wujud Keseriusan dan Komitmen Partai Politik dalam  upaya Memberantas Korupsi, agar rakyat yang hidup di negeri yang sangat kaya raya ini  tidak semakin jatuh kedalam Jurang Air Mata Penderitaan dan  Kemiskinan.  Maka Tolak dan Tangkap Capres 2024 yang melakukan Transaksi  Mahar Politik. 
 Salam Akal Sehat. !!!.,
Oleh   :  Jamian Bethan, pemerhati sosial-politik

COMMENTS

Nama

EKBIS,627,ENGLISH,76,FEED,52,FOKUS,267,GLOBAL,1236,HIBURAN,402,INTERNASIONAL,1,IPTEK,523,NASIONAL,2321,OLAHRAGA,394,OPINI,153,PROMOTE,1,RAGAM,1990,RELIGI,55,
ltr
item
WEB: Tolak dan Tangkap Capres 2024 yang Melakukan Transaksi Mahar Politik !
Tolak dan Tangkap Capres 2024 yang Melakukan Transaksi Mahar Politik !
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgyaxokyvqxCCfPNvWTN8YOpvQ1OUOsUHu_YQQU6dG26rxw7cugKRJYub8pxl40iHVbZeXx5pgeMCtfiUqNLjQzLrM0-e5_Yzi9k2fRVv9UenUwerJ7HvBkuusyJdYiJFICxQgF_CCrYUT35beKEyKmv3hNUolLnLmO7VpcdznQz8fY-SJQ9QxIogWhQQ=s320
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgyaxokyvqxCCfPNvWTN8YOpvQ1OUOsUHu_YQQU6dG26rxw7cugKRJYub8pxl40iHVbZeXx5pgeMCtfiUqNLjQzLrM0-e5_Yzi9k2fRVv9UenUwerJ7HvBkuusyJdYiJFICxQgF_CCrYUT35beKEyKmv3hNUolLnLmO7VpcdznQz8fY-SJQ9QxIogWhQQ=s72-c
WEB
https://web.konfrontasi.com/2021/11/tolak-dan-tangkap-capres-2024-yang.html
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/
https://web.konfrontasi.com/2021/11/tolak-dan-tangkap-capres-2024-yang.html
true
3749342254488479250
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By HOME PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy